Fungsi dan Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling

 FUNGSI DAN PRINSIP - PRINSIP BIMBINGAN KONSELING

Oleh : Sekar Arum Nastiti/ 19110060 

 

FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

    Jika dilihat secara teori fungsi bimbingan dan konseling secara umum adalah sebagai fasilitator dan motivator klien dalam upaya mengatasi dan memecahkan problem kehidupan kliendengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Adapun tugas bimbingan dan konseling secara umum adalah memberikan pelayanan kepada klien agar mampu mengaktifkan potensi fisik dan psikisnya sendiri dalam menghadapi dan mencegah kan berbagai kesulitan hidup yang dirasakan sebagai penghalang atau penghambat perkembangan lebih lanjut dalam bidang bidang tertentu. Menurut Arthur J. Jones dan harald C. Hand, dalam bukunya guidance in purpose living, bahwa antara bimbingan dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam proses, terutama yang berkaitan dengan upaya membantu anak didik menemukan ataumemenuhi berbagai kebutuhan hidupnya sesuai dengan kemampuan. Juga dalam upaya mengembangkan tujuan tujuan hidupnya, serta dalam proses merealisasikan tujuan tersebut. Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa bimbingan dan konseling bertujuan agar peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya, dan mampu merencanakan masa depannya. Dalam hubungan ini bimbingan dan konseling berfungsi sebagai pemberi layanan kepada peserta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal sehingga menjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Oleh karena itu, pelayanan bimbingan dan konseling sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui kegiatan bimbingan dan konseling.

    Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, fungsi pemeliharaan dan pengembangan, dan fungsi advokasi.

1.      Fungsi Pemahaman

Fungsi pemahaman, yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik. Fungsi pemahaman ini meliputi antara lain yaitu pemahaman tentang diri peserta didik sendiri, pemahaman tentang lingkungan peserta didik (keluarga dan sekolah), pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan, informasi jabatan/pekerjaan, dan informasi sosial dan budayanya/nilai-nilai).

2.      Fungsi Pencegahan

Fungsi pencegahan yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat, ataupun menimbulkan kesulitan, kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya. beberapa kegiatan bimbingan yang dapat berfungsi pencegahan antara lain: program orientasi, program bimbingan karir, program pengumpulan data, dan program kegiatan kelompok.

3.      Fungsi Pengentasan

Melalui fungsi pengentasan ini pelayanan bimbingan dan konseling akan tertuntaskan atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. pelayanan bimbingan dan konseling berusaha membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, baik dalam sifatnya nya, jenisnya, maupun bentuknya. pelayanan dan pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan ini dapat bersifat konseling perorangan ataupun konseling kelompok.

4.      Fungsi Pemeliharaan Dan Pengembangan

Fungsi pemeliharaan dan pengembangan adalah fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan perkembangannya beberapa potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara terarah, mantap, dan berkelanjutan.

5.      Fungsi Advokasi

Fungsi advokasi yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pembelaan (advokasi) terhadap peserta didik dalam rangka upaya pengembangan seluruh potensi secara optimal.

PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING

    Prinsip merupakan hasil paduan antara kajian teoritik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan. Berikut ini dicatatkan sejumlah prinsip bimbingan dan konseling yang diramu dari sejumlah sumber (Bernard & Fullmer, 1969 dan 1979; Crow & Crow, 1960; Miller & Grueling, 1978).

1. Prinsip - Prinsip Berkenaan dengan Sasaran Pelayanan

Sasaran pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu-individu, baik secara perorangan maupun kelompok. Individu-individu itu sangat bervariasi, misalnya dalam hal umurnya, jenis kelaminnya, status sosial ekonomi keluarga, kedudukan, pangkat dan jabatan nya, keterikatannya terhahap suatu lembaga tertentu, dan variasi-variasi lainnya. Berbagai variasi itu menyebabkan individu yang satu berbeda dari yang lainnya.

2. Prinsip  Prinsip Berkenaan dengan Masalah Individu

Berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupan individu tidaklah selalu positif. faktor-faktor yang mempengaruhi negatif akan menimbulkan hambatan hambatan terhadap kelangsungan perkembangan dan kehidupan individu yang akhirnya menimbulkan masalah tertentu pada diri individu.

3. Prinsip - Prinsip Berkenaan dengan Program Pelayanan

Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling baik diselenggarakan secara ''insidental”, maupun terprogram. Pelayanan ''insidental” diberikan kepada klien klien yang secara langsung (tidak terprogram atau terjadwal) kepada konselor untuk meminta bantuan. Konselor memberikan pelayanan kepada mereka secara langsung pula sesuai dengan permasalahan klien pada waktu mereka itu datang. 

 

DAFTAR PUSTAKA 

Fiah, Rifda El. 2015. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandar Lampung : LP2M IAIN Raden Intan Lampung

Syafriana, Dr. Henni Nasution. Dr. Abdillah, S.Ag, M.Pd. 2019. Bimbingan Konseling ''Konsep, Teori, dan Aplikasinya''. Medan : Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan (LPPPI)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING