HAKIKAT DAN TUJUAN BIMBINGAN KONSELING

  HAKIKAT DAN TUJUAN BIMBINGAN KONSELING PADA BIDANG PENDIDIKAN DI INDONESIA 

Oleh : Sekar Arum Nastiti (19110060)

    Pada zaman sekarang adanya layanan bimbingan konseling di sekolah maupun madrasah sudah terlihat lebih baik, jika dibandingkan dengan masa yang sebelumnya. Penetapan kearah pelayanan bimbingan konseling ataupun konseling sebagai profesi sudah semakin merasuk terutama dari pemerintah dan kalangan profesi yang lainnya. Meskipun demikian, masih banyak pandangan negatif mengenai bimbingan konseling terutama tentang keberadaan bimbingan konseling di madrasah maupun sekolah dari para guru kepala sekolah dan madrasah, para siswa dan orang tua siswa bahkan dari guru BK itu sendiri. Fokus dari dilaksanakannya pelayanan bimbingan dan konseling ini yakni manusia. Oleh karena itu, melihat penerapan tujuan dan fungsi bimbingan dan konseling dengan ajaran Islam juga harus melihat bagaimana Islam memandang manusia, tujuan penciptaannya dan tugas maupun tanggung jawabnya serta penjelasan-penjelasan lain yang berhubungan dengan syariat Islam.

    Indonesia merupakan Negara yang sedang berkembang, dalam upaya pembangunan nasional , Indonesia bertujuan untuk membentuk dan membangun masyarakat Indonesia untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Pembangunan tersebut yaitu untuk menghadapi tantangan dan tuntutan perubahan masyarakat dan modernisasi itu sendiri, Selain itu pembangunan tersebut juga untuk mengembangkan hakikat masyarakat Indonesia yang sosialitas, individualitas, moralitas, dan religiulitas. Empat perspektif tersebut perlu dioptimalkan melalui program pendidikan. Pemerintah Indonesia juga telah memberlakukan UU mengenai sistem pendidikan nasional dengan bermacam-macam aturan pelaksanannnya termasuk didalamnya terdapat pelayanan bimbingan konseling. Tujuan dari adanya pelayanan bimbingan yakni bagian tak terpisahkan dari tujuan pendidikan yaitu  tujuan pendidikan nasional yaitu menghasilkan manusia yang berkualitas yang dideskripsikan dengan jelas dalam UU No. 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional GBHN 2003.

    Disini kita akan membahas hakikat dan tujuan adanya bimbingan konseling khususnya pada bidang pendidikan di Indonesia. Namun sebelum kita melangkah pada hakikat dan tujuan bimbingan konseling, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa yang dimaksud dengan bimbingan konseling itu sendiri. Bimbingan dan konseling berasal dari bahasa Inggris yaitu guidance dan counseling. Secara harfiyah kata “guidance” berasal dari kata “guide” yang berarti : (1) mengarahkan (to direct) (2) memandu (to pilot) (3) mengelola (to manage), dan (4) menyetir (to steer). Menurut WS. Winkel istilah “guidance” mempunyai hubungan dengan “gunding” yang berarti showing a way (menunjuk jalan), leading (memimpin), according (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), giving advice (memberikan nasehat).[1] Sedangkan Sunaryo Kartadinata mengartikannya sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal”.[2] Sedangkan konseling berasal dari istilah Inggris “counseling” yang kemudian diindonesiakan menjadi “konseling”. Sedangkan secara etimologi istilah konseling berasal dari bahasa latin yaitu “counsiliun” yang berarti “menerima atau memahami”.  Jadi dapat kita simpulkan sendiri bahwa . Konseling berasal dari istilah Inggris “counseling” yang kemudian diindonesiakan menjadi “konseling”. Sedangkan secara etimologi istilah konseling berasal dari bahasa latin yaitu “counsiliun” yang berarti “menerima atau memahami”. Konseling berasal dari istilah Inggris “counseling” yang kemudian diindonesiakan menjadi “konseling”. Sedangkan secara etimologi istilah konseling berasal dari bahasa latin yaitu “counsiliun” yang berarti “menerima atau memahami”. Bimbingan konseling merupakan suatu proses usaha yang diberikan konselor untuk memfasilitasi atau membantu konseli atau individu agar mampu mengembangkan potensi atau masalah. Dalam penyelenggaraan pendidikan peristiwa bimbingan setiap kali dapat terjadi yaitu guru membimbing murid-muridnya, baik melalui pengajaran maupun non pengajaran.

    Selanjutnya yaitu tujuan dari Bimbingan Konseling, pastinya terdapat banyak sekali manfaat dari terselenggaranya bimbingan konseling yang kita lakukan, baik itu untuk pengembangan diri kita sendiri, maupun lingkungan sosial.

    Secara khusus tujuan dari adanya bimbingan dan konseling di sekolah yaitu agar peserta didik, dapat mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin, yang kedua yaitu peserta didik juga dapat mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri, selain dapat mengatasi kesulitan dalam dirinya sendiri peserta didik juga dapat mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan, selanjutnya peserta didik juga dapat mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan maupun dalam pekerjaan.[3]

    Sedangkan secara umum, tujuan adanya bimbingan dan konseling tersebut yaitu untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.[4]

    Setelah kita  mengetahui hakikat dan tujuan dari bimbingan konseling pada bidang pendidikan di Indonesia, tentunya sekarang kita sadar bahwa melakukan suatu bimbingan konseling itu merupakan hal yang sangat penting bagi diri kita maupun lingkungan sekitar kita, tidak hanya orang-orang yang bermasalah saja, tetapi semua orang berhak untuk melakukan bimbingan konseling guna dapat pengarahan dan bimbingan. Jadi kita harus terus belajar dan memahami mengenai bimbingan konseling tersebut lebih dalam lagi.

Semangat dan terus belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen PMPTT Diknas. Bimbingan dan Konseling di sekolah Direktur Tenaga Kependidikan 2008.

Kartadinata, Sunaryo. 2007. Teori Bimbingan dan Konseling.

Masdudi. Bimbingan dan Konseling Perspektif Sekolah. Cirebon : Nurjati Press

Prayitno dan Erman Amti, 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Rhineka Cipta



[1] Masdudi, Bimbingan dan Konseling Perspektif Sekolah, (Cirebon : Nurjati Press, 2015), hlm. 10

[2] Sunaryo Kartadinata, Teori Bimbingan dan Konseling, (2007), hlm. 2.

[3] Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta : Rhineka Cipta, 2004), hlm. 5.

[4] Ditjen PMPTT Diknas, Bimbingan dan Konseling di sekolah,(Direktur Tenaga Kependidikan 2008).

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING