Esensi Layanan Bimbingan Konseling Pada Jalur dan Jenjang Pendidikan

 

ESENSI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING PADA JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN

Sekar Arum Nastiti/ 19110060


Esensi Bimbingan Konseling pada Jalur Pendidikan Formal

    Bimbingan konseling yang ada pada jalur pendidikan formal atau di sekolah adalah pelayanan yang diberikan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok agar dapat mandiri dan berkembang secara optimal melalui bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir dengan berdasarkan pada norma-norma yang berlaku. Adanya bimbingan konseling pada jalur pendidikan formal sangatlah penting karena dalam masa perkembangannya, karakteristik peserta didik tentu mengalami perubahan dari jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga Perguruan Tinggi. Misalnya perkembangan anak pada jenjang TK/RA tentu akan berpengaruh pada perkembangan jenjang SD/MI, dan begitu seterusnya.

    Ruang lingkup bimbingan konseling pada jalur pendidikan formal Bila dilihat dari substansi pelayanannya, bidang pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :

  1. Bidang pengembangan kehidupan pribadi, merupakan bidang layanan bimbingan konseling yang membantu peserta didik agar dapat menilai dan mengembangkan kecakapan, minat, bakat, dan karakteristik kepribadian yang ada dalam diri secara optimal.
  2. Bidang pengembangan kehidupan sosial, merupakan bidang layanan bimbingan konseling yang membantu peserta didik agar dapat memahami, menilai, dan mengembangkan kemampuan dalam hubungan sosial sehingga mampu menjalin interkasi yang baik dengan teman sebaya, guru di sekolah, anggota keluarga, dan masyarakat secara lebih luas.  
  3. Bidang pengembangan kemampuan belajar, merupakan bidang layanan bimbingan konseling yang membantu peserta didik agar dapat mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti jenjang atau jalur pendidikan tertentu atau untuk menguasai suatu kecakapan dan keterampilan tertentu. 
  4. Bidang perencanaan dan pengembangan karir, merupakan bidang layanan bimbingan konseling yang membantu peserta didik agar dapat memahami, mencari dan menentukan pilihan atau mengambil sebuah keputusan dalam memilih karir, baik karir untuk di masa depan maupun karir yang sedang dijalani, menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Esensi Bimbingan Konseling pada Jalur Pendidikan Non Formal

    Pendidikan non-formal ialah program pembelajaran secara terancang diselenggarakan guna meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap warga belajar. Sejalan dengan tujuan pendidikan non-formal yakni wadah pembentuk individu serta masyarakat yang mandiri. Pada jalur pendidikan nonformal, layanan bimbingan dan konseling memiliki tujuan membantu warga belajar mengenal juga menerima diri sendiri serta lingkungannya secara dinamis sesuai dengan peranan yang diinginkannya.

    Keberagaman warga belajar pada pendidikan nonformal menimbulkan keberagaman karakteristik kompleksitas permasalahan dan perkembangan warga belajar sehingga membutuhkan pelayanan yang berbeda termasuk dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Dimana pelayanan yang diberikan harus memperhatikan keberagaman tersebut sehingga lebih berorientasi pada bantuan pemecahan masalah.

    Pendekatan bimbingan konseling pada jalur pendidikan non formal, dalam pelayanan bimbingan dan konseling, pelaksanaannya menggunakan pelayanan terpadu, dimana hal ini berarti pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan secara terpadu pada seluruh kegiatan pendidikan. Pendekatan pada bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan nonformal ialah pendekatan yang berorientasi pada masalah, hal ini berarti pelayanan bimbingan dan konseling lebih diorientasikan pada penyelesaian masalah.

Esensi bimbingan konseling pada jalur Pendidikan Informal

    Pelayanan bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan informal lebih berorientasi pada tercapainya tugas-tugas perkembangan juga membantu peserta didik dalam pemecahan masalah.

    Dalam perkembangan individu, pengaruh lingkungan tentu menjadi pengaruh yang besar. Sifat yang ada pada lingkungan ialah perubahan. Perubahan dalam lingkungan tentu dapat mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Ketika perubahan yang terjadi sulit diprediksi, atau bahkan di luar kemampuan masyarakat, tentu akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, misalnya terjadinya masalahmasalah pribadi bahkan pada penyimpangan perilaku.

    Dalam jalur pendidikan informal, pendekatan dalam bimbingan dan konseling yang cocok digunakan ialah pendekatan yang berorientasi pada ketercapaian tugas perkembangan serta juga yang berorientasi pada masalah.

DAFTAR PUSTAKA

Bakar, Abu. 2010. Dasar-Dasar Konseling. (Medan : Citapustaka Media Perintis)

Djehaut, Safrianus, Haryanto. 2010. Bimbingan Konseling di Sekolah. (Yogyakarta : Absolute Media)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING