Konseling Kelompok

 

KONSELING KELOMPOK

Sekar Arum Nastiti/ 19110060


Pengertian Layanan Bimbingan Konseling Kelompok

    Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli atau klien. Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran.

    Menurut Prayitno (1995: 61) layanan bimbingan kelompok adalah suatu layanan bimbingan yang di berikan kepada siswa secara bersama-sama atau kelompok agar kelompok itu menjadi besar, kuat, dan mandiri. Juntika Achmad dan Nurihsan (2005: 17) juga menjelaskan bahwa layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli (siswa). Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi atau aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah sosial.

Tujuan Layangan Bimbingan Konseling Kelompok

    Menurut Halena (2005: 73) tujuan dari layanan bimbingan kelompok yaitu untuk mengembangkan langkah-langkah bersama untuk menangani permasalahan yang dibahas di dalam kelompok dengan demikian dapat menumbuhkan hubungan yang baik antar anggota kelompok, kemampuan berkomunikasi antar individu, pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan, dapat mengembangkan sikap dan tindakan nyata untuk mencapai hal- hal yang dSedangkan menurut Bennet dalam Romlah (2001: 16) menyatakan bahwa tujuan layanan bimbingan kelompok adalah sebagai berikut : 

  • Memberikan kesempatan-kesempatan pada siswa belajar hal-hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.  
  • Memberikan layanan-layanan penyembuhan melalui kegiatan kelompok.
  • Bimbingan secara kelompoklebih ekonomis dari pada melalui kegiatan bimbingan individual.
  • Untuk melaksanakan layanan konseling individu secara lebih efektif.

    Dari beberapa tujuan layanan bimbingan kelompok menurut beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok merupakan sebuah layanan bimbingan konseling yang bertujuan untuk membentuk pribadi individu yang dapat hidup secara harmonis, dinamis, produktif, kreatif dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara optimal.i inginkan sebagaimana terungkap di dalam kelompok.

Asas Bimbingan Konseling Kelompok

    Dalam kegiatan konseling kelompok terdapat sejumlah aturan ataupun asas-asas yang harus diperhatikan oleh para anggota, asas-asas tersebut yaitu :

  1. Asas Kerahasiaan ini memegang peranan penting dalam konseling kelompok karena masalah yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat pribadi, maka setiap anggota kelompok diharapkan bersedia menjaga semua (pembicaraan ataupun tindakan) yang ada dalam kegiatan konseling kelompok dan tidak layak diketahui oleh orang lain selain orang-orang yang mengikuti kegiatan konseling kelompok 
  2. Asas Kesukarelaan. Kehadiran, pendapat, usulan, ataupun tanggapan dari anggota kelompok harus bersifat sukarela, tanpa paksaan.
  3. Asas keterbukaan. Keterbukaan dari anggota kelompok sangat diperlukan sekali. Karena jika ketrbukaan ini tidak muncul maka akan terdapat keragu-raguan atau kekhawatiran dari anggota. 
  4. Asas kegiatan. Hasil  layanan konseling kelompok tidak akan berarti bila klien yang dibimbing tidak melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan– tujuan bimbingan. Pemimpin kelompok hendaknya menimbulkan suasana agar klien yang dibimbing mampu menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud dalam penyelesaian masalah. 
  5. Asas kenormatifan. Dalam kegiatan konseling kelompok, setiap anggota harus dapat menghargai pendapat orang lain, jika ada yang ingin mengeluarkan pendapat maka anggota yang lain harus mempersilahkannya terlebih dahulu atau dengan kata lain tidak ada yang berebut.
  6.  Asas kekinian. Masalah yag dibahas dalam kegiatan konseling kelompok harus bersifat sekarang. Maksudnya, masalah yang dibahas adalah masalah yang saat ini sedang dialami yang mendesak, yang mengganggu keefektifan kehidupan sehari-hari, yang membutuhkan penyelesaian segera, bukan masalah dua tahun yang lalu ataupun masalah waktu kecil.

Unsur Bimbingan Konseling Kelompok

    Dalam kegiatan konseling kelompok, terdapat beberapa unsur sehingga kegiatan tersebut disebut konseling kelompok. Adapun unsur-unsur yang ada dalam konseling kelompok yaitu :

  1. Anggota kelompok, adalah individu normal yang mempunyai masalah dalam rentangan penyesuaian yang masih dapat diatasi oleh pemimpin maupun anggota kelompok lainnya. 
  2. Pemimpin kelompok, adalah seseorang ahli yang memimpin jalannya kegiatan konseling kelompok. Konseling kelompok dipimpin oleh seorang konselor atau psikolog yang profesional dengan latihan khusus bekerja dengan kelompok. 
  3. Permasalahan yang dihadapi antar anggota konseling kelomppok adalah sama.
  4. Metode yang dilaksanakan dalam konseling kelompok berpusat pada proses kelompok dan perasaan kelompok. 
  5. Interaksi antar anggota kelompok sangat penting dan tidak bisa dinomor duakan. 
  6. Kegiatan konseling kelompok dilaksanakan berdasar pada alam kesadaran masing-masing anggota kelompok dan juga pemimpin kelompok. 
  7. Menekankan pada perasaan dan kebutuhan anggota. 
  8. Adanya dinamika kelompok antar anggota dalam kegiatan konseling kelompok.
  9.  Ada unsur bantuan yang dilakukan oleh pemimpin kelompok.

Kelebihan Konseling Kelompok

  • Anggota belajar berlatih perilakunya yang baru
  • Kelompok dapat dipakai untuk belajar mengekspresikan perasaan, perhatian dan pengalaman
  • Anggota belajar ketrampilan sosial, belajar berhubungan pribadi lebih mendalam 
  •  Kesempatan dan menerima di dalam kelompok 
  • Efisiensi dan ekonomis bagi konselor, karea dalam satu waktu tertentu dapat memberikan konseling bagi lebih dari seorang siswa.

Kelemahan Konseling Kelompok

  • Tidak semua orang cocok dalam kelompok 
  •  Perhatian konselor lebih menyebar 
  • Sulit dibina kepercayaan 
  •  Klien mengharapkan terlalu banyak dari kelompok 
  • Kelompok bukan dijadikan sarana berlatih melakukan perubahan, tetapi sebagai tujuan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Henny Syafriana. 2019. Bimbingan Konseling “Konsep, Teori dan Aplikasinya”. (Medan : Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI)) 

Hallen A. 2005. Bimbingan dan Konseling. (Jakarta : Quantum Teaching)

Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. (Jakarta : Ghalia Indonesia)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING