Perkembangan Bimbingan dan Konseling di Indonesia dan Amerika
PERKEMBANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI INDONESIA DAN AMERIKA
Sekar Arum Nastiti/ 19110060
1. Sejarah Bimbingan dan Konseling di Indonesia
Bimbingan dan konseling masuk ke Indonesia pada tahun 1960-an, bimbingan dan konseling di Indonesia tidak lepas dari perkembangan di negara asalnya yaitu Amerika Serikat. Pada tahun 1962 pejabat-pejabat Pendidikan Indonesia melakukan peninjauan ke Amerika Serikat. Para pejabat terkesan pada layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh sekolah-sekolah disana. Dan setelah kementrian Pendidikan dan kebudayaan kembali ke tanah air, mereka mengintruksikan untuk membentuk layanan dan bimbingan penyuluhan di sekolah menengah. Kemudian Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan melakukan konferensi di Malang dan menyatakan bahwa bimbingan dan konseling akan hadir pada setting sekolah.
Berikut fase-fase perkembangan bimbingan konseling di Indonesia :
1) Sebelum kemerdekaan
Sebelum kemerdekaan yaitu masa penjajahan belanda dan jepang. Anak-anak dididik untuk mengabdi demi kepentingan penjajah. Rakyat Indonesia yang cinta tanah air dan memiliki sikap nasionalisme tinggi, berusaha memperjuangkan kemandirian bangsa melalui Pendidikan. Salah satu bentuk upaya bimbingan yang dikerahkan adalah taman siswa yang dibentuk oleh KH Dewantara yang menanamkan nasionalisme dikalangan siswa.
2) Dekade 40-an
Pada dekade ini bidang Pendidikan lebih banyak ditandai dengan perjuangan merealisasikan kemerdekaan melalui Pendidikan. Kebodohan menjadi tantangan besar bagi pendidikan, pada saat itu bimbingan berfokus pada pemecahan masalah buta huruf.
3) Dekade 50-an
Sama seperti dekade sebelumnya, kebodohan menjadi tantangan yang begitu besar didunia Pendidikan. Pada dekade 50-an, kegiatan bimbingan lebih banyak tersirat dalam berbagai kegiatan Pendidikan untuk membantu siswa agar berprestasi.
4) Dekade 60-an
Dekade 60-an berbeda dengan dekade sebelum-sebelumnya, pada dekade ini terdapat beberapa peristiwa penting, diantaranya yaitu : (a) Bimbingan dan penyuluhan masuk pada setting sekolah. Hal ini merupakan salah satu hasil dari konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diadakan di Malang pada tangggal 20-24 Agustus 196014, (b) IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan bimbingan dan penyuluhan, (c) Lahirnya kurikulum gaya baru pada tingkat sekolah menengah atas , dan (d). Ketetapan MPRS tahun 1996 tentang Pendidikan nasional.
5) Dekade 70-an
Pada dekade ini bimbingan konseling diupayakan aktualisasinya melalui penataan legalitas sistem dan pelaksanaan. Bimbingan dilakukan secara konseptual maupun secara operasional. Sejak diberlakukannya kurikulum 1975, organisasi profesi BP dibentuk dengan nama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia). Kurikulum 1975 berisi layanan binbingan dan konseling sebagai salah satu dari layanan dalam sistem persekolahan mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun bimbingan dan konseling di tingkat Sekolah Dasar belum terlaksana sesuai dengan harapan dan juga belum ada konselor yang diangakat di SD, kecuali di sekolah swasta tertentu. Didekade ini juga berdiri proyek perintis sekolah pembangunan (PSPP) di 8 IKIP. melalui proyek ini bimbingan dan konseling dikembangkan dan juga berhasil disusun “Pola dasar rencana dan pengembangan bimbingan dan penyuluhan” pada PSPP.
6) Dekade 80-an
Bimbingan diupayakan agar lebih mantap. Pemantapan diusahakan untuk menuju kepada perwujudan yang professional. Guru bimbingan konseling pada saat ini sudah diakui keberadaannya disekolah. Hal ini dapat dilihat pada peraturan pemerintah RI No 74 tahun 2008 tentang guru pasal 15 yang mengatakan bahwa guru bimbingan dan konseling adalah guru pemeganag sertifikat Pendidikan.
7) Periode 1990-2000
Ditahun 1993 pelaksanaan bimbingan konseling masih kurang jelas. Banyak orang tua siswa yang beranggapan kurang baik pada BP. Mereka beranggapan bahwa anak yang masuk BP adalah anak yang bermasalah. Hingga lahirnya SK Menpan No.83 / 1993 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya dan dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No. 25/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya disinilah pola pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah mulai jelas.
2. Sejarah Bimbingan dan Konseling di Amerika
Bimbingan dan Konseling sebagai profesi pertama kali lahir di Amerika pada awal abad XX, yaitu ketika Frank Person membuka klinik di Boston untuk memberi pengarahan kepada para pemuda untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai. Pada tahun 1950-an bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, bukan hanya dalam bidang pekerjaan tetapi merambah pada bidang pendidikan. Dari segi wilayah geografis, bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas hanya di Amerika, tetapi berkembangan menjalar ke Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Tahun 1970-1980 bimbingan dan Konseling masuk ke dalam kurikulum Sekolah Menengah di negeri-negeri yang mengambil sistem pendidikan Barat.
Munculnya Bimbingan dan Konseling di Afmerika pada awal abad XX merupakan tuntunan logis dari dinamika masyarakat Amerika ketika itu. Sebagaimana diketahui bahwa pandangan hidup masyarakat Amerika dan Barat pada umumnya bersumber dari budayanya yang sekuler dan liberal. Oleh karena itu filosofi dari Bimbingan Konseling di sana juga tak terlepas dari faham sekuler dan liberal.
Meskipun konsepsi Bimbingan dan Konseling di Barat dilahirkan oleh para ahli yang tak diragukan kapasitasnya, tetapi konsep-konsep yang boleh jadi cocok untuk masyarakat Barat tidak otomatis dapat diterapkan pada masyarakat lain, masyarakat Islam misalnya. Kesulitan menerapkan prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Barat di lingkungan masyarakat Islam disebabkan oleh falsafah hidup yang berbeda.
Layanan bimbingan diAmerika Serikat mulai diberikan oleh Jesse B. Davis pada sekitar tahun 1898-1907. Beliau bekerja sebagai konselor sekolah menengah di Detroit. Dalam waktu sepuluh tahun, ia membantu mengatasi masalah-masalah pendidikan, moral, dan jabatan siswa. Pada tahun 1908, Frank Parsons mendirikan Vocational Bureau untuk membantu para remaja memilih pekerjaan yang cocok bagi mereka. Tahun 1910, William Healy mendirikan Juvenile Psychopathic Institut di Chicago. Tahun 1911, Universitas Harvard memberikan kuliah bidang bimbingan jabatan dengan dosennya Meyer Blomfield. Tahun 1912, Grand Rapids, Michigan mendirikan lembaga bimbingan dalam sistem sekolahnya. Perkembangan bimbingan dan konseling di Amerika Serikat sangat pesat pada awal tahun 1950. Hal ini ditandai dengan berdirinya APGA (American Personal and Guidance Association) pada tahun 1952. Selanjutnya, pada bulan Juli 1983 APGA mengubah namnya menjadi AACD (American Association for Counseling and Development). Kemudian, satu organisasi lainnya bergabung pula dengan AACD, yaitu Militery Education (MECA).
Dengan demikian, pada saat ini AACD merupakan organisasi profesional bagi para konselor di Amerika Serikat, dengan 14 divisi (organisasi khusus) yang tergabung di dalmnya. Di samping itu, pada setiap negara bagian atau wilayah tertentu terdapat semacam cabang dari masing-masing organisasi tersebut. Sebagai suatu organisasi profesi, AACD ataupun organisasi-organisasi divisinya mengeluarkan jurnal-jurnal secara berkala. Jurnal-jurnal tersebut di antarnya (1) Journal of Counseling and Development; (2) Journal of College Student Personnel; (3) Counselor Education and Supervision; dan (4) The Career Development Quarterly.
DAFTAR PUSTAKA
Febriani, Deni. 2020. Bimbingan Dan Konseling. (Bengkulu : Brimedia Global)
Satriah, Lilis. 2020. Bimbingan Konseling Pendidikan. (Bandung : Mimbar Pustaka)

Komentar
Posting Komentar