Urgensi Bimbingan Konseling Ditinjau Dari Segi Landasan Pendidikan, Filosofis, dan IPTEK

 

URGENSI BIMBINGAN KONSELING DITINJAU DARI SEGI PENDIDIKAN, FILOSOFIS, DAN IPTEK

Sekar Arum Nastiti/ 19110060 

    Agar dapat berdiri tegak sebagai sebuah layanan profesional yang dapat diandalkan dan memberikan manfaat bagi kehidupan, maka layanan bimbingan dan konseling perlu dibangun di atas landasan yang kokoh, dengan mencakup : (1) Landasan Filosofis, (2) Landasan Psikologis; (3) Landasan Sosial-Budaya, dan (4) Landasan IPTEK (Ilmu Pengetahuan, (5) Landasan Pendidikan, dan (6) Landasan Religius

    Membicarakan tentang landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan, seperti landasan dalam pengembangan kurikulum, landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum.

    Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Ibarat sebuah bangunan, untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fondasi yang kuat dan tahan lama. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki pondasi yang kokoh, maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. Demikian pula, dengan layanan bimbingan dan konseling, apabila tidak didasari oleh fondasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien).

    Dan pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai 3 landasan Bimbingan Konseling yang diantaranya yaitu Landasan Pendidikan, Landasan Filosofis, dan Landasan IPTEK. 

 Landasan Pendidikan   

    Bimbingan konseling merupakan salah satu dari komponen pendidikan yang harus ada di sekolah karena tujuan dari adanya bimbingan konseling yaitu untuk memberikan bantuan kepada setiap individu siswa dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Permasalahan yang sering muncul pada setiap individu siswa Sebagian besar disebabkan karena beranekaragamnya tuntutan belajar yang ada di sekolah. Tujuan Pendidikan adalah untuk membentuk manusia seutuhnya sehingga diperlukan kematangan emosional dan sosial selain mengembangkan kemampuann individu serta inteleknya.

    Kedudukan bimbingan konsleing di sekolah ini yakni membantu siswa dalam proses pembelajaran namun berada di luar bidang pengajaran, yakni memberikan motivasi belajar siswa serta mengarahkan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran (Mortensen & Schemuller, 1929).  

    Selain itu, menurut Lundquist dan Chamelly yang dikutip oleh Belkin, 1981), mengatakan bahwa konselor di sekolah dapat membantu guru dalam hal : 1) Mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang masalah efektif yang mempunyai kaitan erat dengan profesinya sebagai guru. 2) Mengembangkan wawasan guru bahwa keadaan emosionalnya mempengaruhi proses belajar mengajar 3) Mengembangkan sikap yang lebih positif agar proses belajar siswa lebih efektif 4) Mengatasi masalah-masalah yang ditemui guru dalam melaksanakan tugasnya.  

Landasan Filosofis 

    Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, etis maupun estetis. Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan usaha mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis. 

 Landasan IPTEK

    Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode, seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya.

    Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan, layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika, pemikiran, pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno, 2003).

    Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling, seperti : psikologi, ilmu pendidikan, statistik, evaluasi, biologi, filsafat, sosiologi, antroplogi, ilmu ekonomi, manajemen, ilmu hukum dan agama. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling, baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli, juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian.

    Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi berbasis komputer, sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. Menurut Gausel (Prayitno, 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan. Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk “cyber counseling”. Dikemukakan pula, bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.

    Dengan adanya landasan ilmiah dan teknologi ini, maka peran konselor didalamnya mencakup pula sebagai ilmuwan sebagaimana dikemukakan oleh McDaniel (Prayitno, 2003) bahwa konselor adalah seorang ilmuwan. Sebagai ilmuwan, konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling, baik berdasarkan hasil pemikiran kritisnya maupun melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Febriani, Deni. 2020. Bimbingan dan konseling. (Bengkulu : Brimedia Global)

Haryatri, 2018. Urgensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. (Jakarta : Pustaka Ilmu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING